Bagi penumpang bus antarkota, Medan punya dua gerbang utama: Terminal Amplas di selatan kota dan Terminal Pinang Baris di barat laut. Keduanya melayani arah yang berbeda, sehingga pertanyaan "berangkat dari mana?" sebenarnya sudah terjawab oleh kota tujuan Anda, bukan oleh terminal mana yang lebih dekat dari rumah. Memahami pembagian arah ini sejak awal akan menghemat waktu, ongkos tambahan, dan risiko ketinggalan bus.
Dua terminal, dua arah keberangkatan
Terminal Amplas adalah terminal tipe A yang berada di kawasan Jl. Sisingamangaraja, di sisi selatan Medan. Terminal ini menjadi gerbang keberangkatan ke arah selatan dan timur Sumatera: bus-bus tujuan Pematang Siantar, Parapat, Pekanbaru, Padang, dan berbagai kota lintas Sumatera umumnya berangkat dari sini. Jika tujuan Anda berada di jalur selatan atau mengarah ke provinsi tetangga lewat jalur itu, hampir pasti titik berangkat Anda adalah Amplas.
Terminal Pinang Baris berada di arah berlawanan, tepatnya di Jl. T.B. Simatupang, kawasan Sunggal, barat laut Medan. Terminal ini melayani arah barat dan Aceh: Binjai, Langkat, Banda Aceh, Meulaboh, dan kota-kota lain di sepanjang jalur menuju Aceh. Jadi aturannya sederhana: ke Aceh dan barat, pilih Pinang Baris; ke selatan dan timur, pilih Amplas.
Kesalahan klasik: datang ke terminal yang salah
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah penumpang datang ke terminal yang salah karena mengandalkan kebiasaan, bukan tujuan. Penumpang tujuan Banda Aceh, misalnya, terlanjur tiba di Amplas karena terminal itu yang paling sering ia dengar, lalu harus menyeberangi kota dengan waktu keberangkatan yang makin mepet. Perjalanan melintasi Medan sendiri bisa memakan waktu cukup lama, apalagi di jam sibuk, sehingga kesalahan kecil ini bisa berujung pada tiket yang hangus.
Untuk menghindarinya, biasakan memeriksa tiga hal sebelum hari keberangkatan:
- Nama terminal atau titik naik yang tertulis pada tiket atau pesan konfirmasi Anda.
- Alamat loket operator, karena tidak semua operator membuka loket di kedua terminal.
- Kemungkinan naik dari pool, bila operator memang menyediakan opsi tersebut untuk rute Anda.
Cara mencapai kedua terminal
Kedua terminal dapat dicapai dengan angkot yang melintasi kawasan masing-masing, dan cara ini paling hemat bila bawaan Anda ringan. Untuk bawaan besar atau jadwal yang ketat, ojek daring dan taksi daring lebih praktis karena langsung mengantar ke pintu terminal. Apa pun pilihannya, beri kelonggaran waktu: lalu lintas Medan tidak selalu bisa diprediksi, dan lebih baik menunggu sebentar di terminal daripada tiba saat bus sudah bergerak.
Satu kebiasaan kecil yang membantu: sebutkan nama terminal secara lengkap saat memesan kendaraan atau bertanya arah. Amplas dan Pinang Baris sama-sama dikenal luas oleh pengemudi di Medan, tetapi menyebutkan kawasan jalannya — Sisingamangaraja untuk Amplas dan T.B. Simatupang untuk Pinang Baris — membuat tujuan Anda tidak tertukar di tengah perjalanan.
Kapan pool di SM Raja justru lebih praktis
Selain dua terminal resmi, banyak pool travel dan bus besar berkumpul di sepanjang Jl. Sisingamangaraja yang akrab disebut SM Raja. Untuk sejumlah operator, naik dari pool bisa terasa lebih praktis: loketnya sering lebih dekat dari tempat tinggal, prosesnya lebih ringkas, dan Anda berangkat dari titik yang sama dengan tempat Anda membeli tiket. Opsi ini layak dipertimbangkan terutama bila pool operator tujuan Anda memang berada di koridor SM Raja. Pool juga terasa praktis bila Anda membeli tiket jauh hari: urusan pemesanan dan keberangkatan selesai di satu tempat yang sama, tanpa perlu berpindah lagi ke terminal pada hari-H.
Syaratnya satu: pastikan tiket Anda memang mencantumkan titik naik di pool tersebut, karena tidak semua bus yang berangkat dari terminal akan berhenti di setiap pool. Terakhir, sebelum berangkat sempatkan mengonfirmasi ulang titik dan jam naik Anda ke petugas loket operator, supaya Anda menunggu di tempat yang benar.