Peran: gerbang resmi arah selatan & timur

Terminal Amplas dikelola negara melalui BPTD Kelas II Sumatera Utara (Ditjen Perhubungan Darat, Kemenhub) sejak pengelolaannya beralih dari Pemko Medan pada 2 Januari 2020. Letaknya di Kecamatan Medan Amplas, di koridor Jl. Panglima Denai/SM Raja Km ±8. Revitalisasi 2021–2022 yang dibiayai SBSN sebesar Rp42,8 miliar membangun ulang terminal di atas lahan 20.162 m², dan peresmiannya dilakukan bersamaan dengan Terminal Tanjung Pinggir di Pematang Siantar — pasangan yang menandai ujung-ujung koridor tersibuk di provinsi ini. Saat meresmikannya, Presiden menekankan hal yang menjadi masalah klasik terminal: “terminal harus bersih, kalau kotor, banyak preman, siapa yang mau naik bus.”

Skala layanannya besar, meski angka antar-tahun tidak sepenuhnya konsisten — dan kami menampilkan keduanya apa adanya. Rilis Kemenhub 2023 mencatat 32 trayek AKAP (602 armada), 25 trayek AKDP (395 armada), 3 trayek angkot, dan 2 trayek bus kota, dengan rata-rata 12.344 bus dan 85.271 penumpang per tahun. BPTD melalui media pada 2026 menyebut 22 PO AKAP dan 28 PO AKDP, dengan semester I 2026 mencatat 140.679 penumpang dan 10.507 bus. Perbedaan metodologi antar-rilis membuat keduanya tidak bisa dibandingkan langsung; yang tidak berubah adalah kesimpulan arahnya: Amplas adalah pintu resmi untuk semua perjalanan ke selatan dan timur, dan titik ujung Koridor 1 Bus Listrik Medan (Amplas–Pinang Baris) yang menghubungkannya dengan pusat kota dan terminal kembarannya.

Operator & jurusan di terminal ini

ArahJurusan UtamaOperator yang Berangkat dari Amplas
AKDP timurPematang Siantar, Parapat, Tebing TinggiIntra, Sejahtera, Eldivo Tunas Arta, DAMRI (koridor Siantar)
AKDP pesisir timurKisaran, Tanjung Balai, Rantau PrapatKUPJ/KUPJ Tour (juga loket SM Raja), Karya Agung, RAPI (segmen Kisaran)
AKDP selatan/TobaBalige, Tarutung, Sibolga, Padang SidempuanKarya Agung, KBT, Bintang Utara Putra (Sibolga), Batang Pane Baru (Sidempuan)
AKAP timurPekanbaru, Dumai, Jambi, Palembang, Lampung, JawaALS, PMH (trayek SPIONAM dari Amplas), Intra/Sentosa, dan PO lintas Sumatera lainnya
PengumpanBus Listrik Medan Koridor 1; DAMRI dari/ke Bandara KualanamuDishub Kota Medan; DAMRI

Cara mencapai dan menggunakannya

  1. Menuju terminal

    Bus Listrik Medan Koridor 1 (Amplas–Pinang Baris) berakhir tepat di terminal — cara termurah dan tertib dari pusat kota, tarif datar Rp5.000 non-tunai. DAMRI bandara juga melayani Kualanamu–Amplas (tarif tercatat pada rentang Rp15.000–30.000 dari dua rumpun sumber berbeda tahun).

  2. Beli di loket perusahaan di dalam terminal

    Setiap PO memiliki loketnya. Untuk kelas AC/eksekutif, tiket bernomor kursi dibeli di sini; untuk bus ekonomi, ongkos lazim dipungut kondektur di dalam bus.

  3. Perhatikan papan trayek dan tanya petugas BPTD

    Terminal Tipe A memiliki petugas pengelola. Bila bingung memilih bus, petugas dan papan informasi trayek adalah rujukan yang lebih aman daripada siapa pun yang menghampiri Anda di area parkir.

Tips di Terminal Amplas

  1. Waspadai calo — ini terdokumentasi. Pada 12 Maret 2023, Polrestabes Medan mengamankan 25 preman berkedok calo di terminal ini yang memeras dan mengelabui calon penumpang soal harga tiket. Beli hanya di loket resmi, di dalam bus, atau lewat OTA.
  2. Bandingkan dengan titik SM Raja. Untuk operator yang sama, sebagian penumpang memilih loket SM Raja yang lebih dekat ke pusat kota. Terminal menang dalam ketertiban dan fasilitas; SM Raja menang dalam jarak.
  3. Musim puncak: datang pagi. Lonjakan Nataru dan Lebaran terasa pertama kali di sini dan di loket SM Raja — program Mudik Gratis Pemprov Sumut pun dilepas dari Terminal Amplas.
  4. Kenali trayek Anda lewat SPIONAM. Daftar trayek izin perusahaan (misalnya trayek AKAP PMH dari terminal ini) dapat dicek publik di SPIONAM Kemenhub sebelum Anda berangkat.

Titik berangkat lain di Medan

Data riset publik · diverifikasi 4 Nov 2026